Sejarah WAP
Sebelum membangun protocol WAP, masing-masing
organisasi maupun perusahaan komunikasi memiliki protocol yang
mereka bangun sendiri-sendiri. Seperti Unwired Planet dengan Handled
Device Markup Language (HDML) sebagai protocol akses
internet melalui paket data digital seluler. Lalu Nokia dengan protocol
Tagged Text Markup Language (TTML)yang dirancang untuk GSM. Ataupun,
Ericsson dengan Intelligent Terminal Transfer Protocol (ITTP).
Ketiga protocol ini hanyalah sebagian dari protocol-protocol yang
dibuat oleh organisasi yang berbeda-beda. Protokol-protokol yang berbeda ini
tentu menyulitkan aplikasi nirkabel untuk berkembang lebih
jauh. Karena itu, disadari perlu dibangun suatu protocol dengan platform yang
dapat diterima oleh semua pihak, mendukung akses internet dan pengiriman pesan
serta mendukung aplikasi yang berhubungan dengan aplikasi yang berhubungan
dengan telekomunikasi.
Pada pertengahan tahun 1997, empat perusahaan yaitu
Nokia, Ericsson, Motorolla, dan Phone.com sepakat membangun protocol baru
untuk perangkat mobile nirkabel, yaitu WAP. Pertemuan pertama untuk
membahas protocol bersama dilakukan di Seattle pada bulan Juni
1997. semua pihak yang hadir di pertemuan ini menyadari perlunya dikeluarkan
rancangan pertama untuk spesifikasi protocol yang cepat.
Disepakati pula bahwa anggota baru dapat bergabung jika rancangan ini telah
diluncurkan dan tersedia di pasar.
Tujuan utama dari pendefinisian protocol yang
umum dan global ini adalah supaya protocol ini nantinya independen terhadap
media selular yang ada (misalnya GSM, D-AMPS, CDMA, dan PCS ). Oleh karena
itu dengan sebuah handphone merek apa saja yang mendukung WAP kita bisa
mengakses fasilitas internet, antara lain IP (InternetProtocol), HTTP
(HyperText Transport Protocol), XML (Extensible MarkupLanguage), URL (Universal
Resource Location), dan scripting. Dengan WAP kita bisa berbelanja,
mengatur transaksi di bank, membaca berita terbaru, ramalan cuaca, dan
sebagainya cukup dengan menggunakan handphone WAP tersebut.
Untuk mengatur perkembangan WAP lebih lanjut dan
bagaimana suatu aplikasi berjalan pada perangkat nirkabel,
dibentuklah konsorsium WAP Forum Ltd. Rancangan pertama dari spesifikasi WAP
1.0 diluncurkan pada bulan April tahun 1998. konsekuensinya, WAP Forum membuka
kesempatan bagi anggota baru untuk bergabung, pada Mei tahun 1999, 11 bulan
setelah peluncuran spesifikasii WAP 1.0. versi komersial pertama dari WAP,
yaitu WAP 1.1. telah dirampungkan. Jumlah anggota konsorsium ini terus
bertambah.
Pengertian
WAP
WAP adalah suatu standar protokol komunikasi dan
aplikasi nirkabel yang memungkinkan pengguna untuk mengakses layanan Internet
dengan mudah melalui perangkat wireless.Konsep WAP adalah
menggabungkan dua industri besar yang berkembang pesat, yaitu: Wireless dan
Internet. Banyak peralatan wireless yang bisa dipakai untuk aplikasi WAP,
antara lain Handphone, pager, smartphone, Communicator. Jadi dengan adanya
WAP maka informasi dari Internet dapat diakses secara online melalui
perangkat wireless.
WAP adalah suatu standar protokol komunikasi dan
aplikasi. Jadi, WAP dapat dijalankan pada berbagai sistem operasi termasuk
PalmOS, EPOC, Windows CE, FLEXOS, OS/9, JavaOS, dan sebagainya. WAP didesain
untuk dapat berjalan pada jaringan wireless yang sudah ada semacam
CDPD, CDMA, GSM, PDC, PHS, TDMA, FLEX, ReFLEX, iDEN, TETRA, DECT, DataTAC,
Mobitex, dan sebagainya
Struktur WAP mengadopsi topologi layer-layer yang
ada pada Internet Protocol (model TCP/IP). Ini terkait dengan
tujuan dibuatnya WAP, yaitu memberikan akses internet bagi alat
komunikasi mobile nirkabel. Protokol mengatur bagaimana format
paket data dan layanan-layanan terhadap paket data pada setiap layer,
bagaimana suatu layer memberikan layanan kepada layer lain
yang berada di atasnya.
Ø Terdapat tiga latar belakang yang menjadi pertimbangan menjadikan terciptanya WAP sebagai protokol untuk komunikasi data jaringan wireless yaitu:
a. Kondisi pasar pengguna, yaitu karakter pasar yang berbeda dengan pelanggan fixed-internet.
Dalam internet bergerak pengguna tidak akan melakukan surfing, dan penggunaannya akanlebih user-centric dan situation-centric di mana informasi yang disediakan dapat lebih cepat dan tepat ke
sasaran.
b. Jaringan, yaitu karakter kecepatan data jaringan wireless
yang rendah dan delay tinggi. Jaringan wireless juga memiliki masalah dalam jangkauan, dan untuk itu dibutuhkaninfrastruktur dengan biaya tinggi untuk jangkauan hingga daerah-daerah di pedalaman.
c. Perangkat pendukung WAP, yaitu perangkat pendukung yang biasanya berkarakter tampilan layar kecil, memori kapasitas kecil, dan kekuatan prosesor yang rendah.
Versi WAP
Ada beberapa versi WAP antara lain WAP 1.2.1 dan 2.0.
WAP 1.2.1 hanya dapat menampilkan halaman sederhana saja dibandingkan dengan
WAP 2.0 yang mendukung bahasa xhtml dan gambar. WAP di buat pertama kali
sebagai protokol komunikasi bergerak yang tidak bergantung pada sistem
tertentu. WAP dirancang sebagai bagian dari sistem di masa depan sama halnya
dengan Bluetooh dan GPRS. WAP merupakan protokol komunikasi bergerak yang
terdiri dari beberapa layer dan dapat dijalankan pada sistem jaringan yang
berbeda.
Arsitektur WAP
Model pemrograman WAP serupa dengan model pemrograman
dari WWW (World Wide Web) karena pada dasarnya menggunakan
standar komunikasi protokol WWW. Hal ini memberikan keuntungan bagi pembuat
aplikasi, karena model pemrograman dan arsitektur yang hampir sama, serta tools yang
sudah ada seperti web server, XML, dan sebagainya. Jadi hanya diperlukan
penyesuaian dan pengoptimalan untuk memadukan karakteristik WWW dan
karakteristik lingkungan wireless. Karena bagaimanapun juga,
standar WWW adalah standar yang digunakan sebagai permulaan dari teknologi WAP.
Berikut ini keterangan
komponen arsitektur WAP:
a. Mobile Client
Pada perangkat mobile pengguna (client) terdapat
aplikasi micro browser yang memiliki kesamaan fungsi seperti Internet Explorer
atau Netscape Navigator seperti di PC. Micro browser ini sering disebut sebagai user
agent yang berfungsi untuk memanggil obyek (informasi) dari server
kemudian menampilkannya pada perangkat mobile. User agent ini bisa berbeda-beda
sesuai dengan rancangan dari vendor yang menciptakan perangkat yang
bersangkutan.
b. WAP Gateway
WAP Gateway berfungsi sebagai penerjemah informasi
dari content server untuk ditampilkan pada perangkat mobile client serta
sebaliknya. Mekanisme pekerjaan WAP Gateway seperti tergambar pada gambar
berikut :
WAP Gateway disini dalam dunia GSM, adalah provider
layanan jasa telekomunikasi seperti Telkomsel, Indosat atau Satelindo.
Teknologi yang digunakan untuk berkomunikasi antara handphone dengan WAP
Gateway adalah GPRS (General Packet Radio Service).
WAP Gateway juga
dapat berfungsi sebagai proxy. Fungsi WAP Gateway/ Proxy antara lain dapat
dijabarkan sebagai berikut:
·
Sebagai interface
penghubung WAP protokol dengan protokol internet
·
Sebagai caches
untuk header protokol yang memperkuat efisiensi transfer data
·
Caching content
untuk file overload dari application server
·
Domain Name
Server (DNS) dari client yang
akan memetakan URL ke IP address tujuan
·
Sebagai security
gateway dimana dilakukan autentikasi client/ pengguna sebagai subscriber suatu
layanan WAP
·
Sebagai billing
support yang menjadi tempat informasi mengenai client yang melakukan pembayaran
melalui mobile-commerce.
c. Origin Server atau Web Server
Origin server atau web
server berfungsi sebagai sumber dokumen
yang memproses permintaan dari gateway dan kemudian menjawabnya. Jawaban yang berupa CGI Script ini dikirimkan ke klien melalui gateway. Hasil konversi yang dilakukan oleh WAP gateway mampu memperkecil ukuran dari informasi yang akan dikirimkan ke klien.
yang memproses permintaan dari gateway dan kemudian menjawabnya. Jawaban yang berupa CGI Script ini dikirimkan ke klien melalui gateway. Hasil konversi yang dilakukan oleh WAP gateway mampu memperkecil ukuran dari informasi yang akan dikirimkan ke klien.
Layer Protokol
WAP
Protokol
WAP terdiri atas 5 layer seperti tergambar pada gambar diatas. WAP telah
dijadikan standar protokol internasional untuk transfer data internet bergerak
dan dapat dioperasikan di atas semua sistem jaringan wireless. Kelima layer protokol
WAP tersebut adalah :
a) Wireless Application Environment (WAE), yaitu layer
aplikasi dimana aplikasi WAP bekerja. Layer ini mendukung 3 aplikasi,
yaitu Wireless Markup Language (WML), WML-Script, danWireless
Telephony Application (WTA).
b) Wireless Session Protocol (WSP), yaitu layer session
yang mengkontrol lalulintas aplikasi sebelum sampai ke layer WAE
c) Wireless Transaction Protocol (WTP), yaitu layer
transaksi dimana dilakukan cek apakah data berhasil dikirim atau belum dan melakukan
pengiriman kembali sekiranya data tidak terkirim.
d) Wireless Transport Layer Security (WTLS), yaitu layer
keamanan (security) dimana dilakukan enkripsi data untuk pengiriman data
sensitif yang tidak dapat diketahui oleh umum.
e) Wireless Datagram Protocol (WDP), yaitu layer
transport yang merupakan interface protokolaplikasi dengan bearer
service (jaringan wireless). Layer ini melakukan kontrol transmisi
data, apakah menggunakan mekanisme UDP yang bersifat connectionless atau
mobile IP yang bersifat connection-oriented .
Cara Kerja
WAP
WAP sendiri terdiri dari 5 layer, yaitu Wireless
Application Environment (WAE), Wireless Session Protocol (WSP), Wireless
Transport Protocol (WTP), Wireless Data Protocol (WDP) dan Wireless Transport
Layer Security (WTLS). Dari kelima layer tersebut yang terlihat hanyalah WAE,
yang menampilkan isi web ke layar. WAE terdiri atas wireless markup language,
sebuah variant HTML yang biasa digunakan untuk menampilkan isi web di monitor.
WML terdiri dari text dan hyperlink, tetapi bukan grafis.
Ketika halaman WAP terlihat di mini browser pada
ponsel, bagian lain dari WAP menjalankan bagian peranan penting di belakang
layar. Wireless Session Protocol membuka dan menutup koneksi ke situs WAP.
Wireless Transport Protocol membuat paket data berjalan sesuai dengan arahnya.
Keneksi wireless kurang dapat diandalkan dibandingkan dengan koneksi kabel.
Sehingga untuk menjaga agar data yang anda kirim dan terima berjalan dengan
benar sangatlah penting. Wireless Layer Security, sebuah bagian dari Secure
Socket layer yang biasanya digunakan untuk keamanan di web, mengkompres dan
mengenkripsi data yang dikirim dari piranti wireless.
Saat anda terkoneksi ke jaringan wireless dan meminta
akses ke sebuah situs web yang mendukung WAP, telepon seluler akan mengirimkan
permintaan tersebut ke gelombang radio ke sel terdekat dan langsung dirutekan
ke internet melalui sebuah server gateway. Server gateway tersebut
menerjemahkan permintaan ke format standard HTTp dan meneruskannya ke situs
web. Jika situs tersebut merespon, maka ia akan mengirimkan dikumen HTML ke
server gateway kemudian dikoneksikan ke WML dan merutekannnya ke antena
terdekat. Antena tersebut akan mengirim via gelombang radio ke piranti WAP anda
dan akhirnya micro browser akan menampilkan halaman tersebut.
WAP Homepage
WAP homepage sangat berbeda dengan HTML homepage.
Bahasa markup dokumen pada WAP adalah WML (Wireless Markup Language). WML
menggunakan tag – seperti HTML – tetapi tata penulisannya mengikuti aturan standar
XML 1.0. WML page memiliki ekstensi *.WML, seperti halnya halaman HTML yang
memiliki ekstensi *.HTML.
WAP Micro
Browser
Untuk dapat menyesuaikan dengan terminal yang kecil,
WAP menggunakan sebuah Micro Browser. Micro Browser adalah software kecil yang
dapat bekerja pada komputer dengan spesifikasi yang sangat rendah, memory yang
kecil dan CPU yang lambat. Kita dapat menampilkan informasi yang ditulis dalam
bahasa mark-up yang disebut WML. Micro Browser juga mendukung script tambahan
yaitu JavaScript yang disebut WMLScript
Peranan WAP
Di
masa sekarang WAP akan semakin berperan penting sebagai protokol standar untuk
mengoperasikan internet bergerak. Peranan WAP di masa sekarang dijabarkan dalam
empat fungsi berikut ini :
a) Pembawa data internet ke perangkat komunikasi bergerak
(mobile device), yaitu peranan WAP yang sejak semula memang ditujukan
untuk mendefinisikan format isi data internet untuk ditampilkan perangkat
komunikasi bergerak.
b) Efisiensi. Sebagaimana teknologi paket data yang
dipakai pengguna untuk membawa data internet sehingga pengguna tidak akan
dibebani biaya koneksi telepon untuk akses internet bergerak, maka penggunapun
menginginkan efisiensi dalam transfer data internet dengan kandungan data
protokol yang sesedikit mungkin daripada data internet itu sendiri. Dengan
menggunakan binary encoding dari WSP, WAP meningkatkan efisiensi transmisi data
melalui jaringan wireless.
c) Tahan terhadap interupsi, yaitu protokol yang tahan
terhadap gangguan koneksi yang pada umumnya disebabkan oleh kelemahan jangkauan
jaringan atau masuk ke area bayangan radio (seperti lantai bawah tanah dan
lift). Fasilitas suspend and resume pada WAP menjadikan WAP
protokol yang kuat (robust) dan mampu menahan session koneksi walaupun
terjadi interupsi koneksi yang panjang.
d) Integrasi telephony, yaitu protokol yang mampu
mengintegrasikan bagian pengolah data dan pengolah suara dari perangkat telepon
seluler yang ada. Dengan fasilitas Wireless Telephony Application,
WAP akan menciptakan sinergi pada kedua fitur dasar dari semua telepon seluler
tersebut. WAP sebagai protokol dalam bentuknya sekarang tentunya belum
merupakan protokol yang sempurna tanpa ada kekurangan. Namun WAP akan tetap memiliki
masa depan menjanjikan karena dukungan dari pihak-pihak yang sangat berkompeten
dalam bidang telekomunikasi di dunia yang tergabung dalam WAP-Forum.
Penggunaan
WAP
Beberapa
diantara contoh penggunaan WAP antara lain :
·
Informasi jadwal
keberangkatan penerbangan
·
Transaksi
Pembelian tiket
·
Pendaftaran
keberangkatan pesawat
·
Informasi lalu
lintas
·
Daftar informasi
kondisi cuaca
·
Informasi Nilai
stok
·
Mencari informasi
nomor telepon atau alamat
Kelebihan
Dan Kekurangan WAP
Beberapa
keunggulan dari WAP adalah :
·
Sangat Ringkas
·
Mudah Digunakan
·
Kita bisa
mengaksesnya dimana saja dengan syarat ada sinyal telepon
·
Pelayanan yang
sangat personal
·
Media yang bisa
menjalankan WAP sangat banyak diantaranya computer, pager, HP, PDA dan
teknologi komunikasi terbaru yang dilengkapi dengan WAP browser.
Beberapa
Kekurangan WAP antara lain :
·
Bandwith yang
rendah
·
Kemampuan CPU
yang rendah
·
Memori yang kecil
·
Tampilan yang
terbatas
·
Catudaya
(baterai) yang minimal
Tidak ada komentar:
Posting Komentar