Minggu, 07 Desember 2014

Yuk! Belajar Pemrograman Visual Basic dot Net Di Mesran.net

Berikut ini koding dari pemograman nya :



Public Class Form1

    Private Sub Form1_Load(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles MyBase.Load
        For i = 100 To 1 Step -5
            NILAIMID.Items.Add(i)
            NILAISMESTER.Items.Add(i)

        Next i

        NPM.Items.Add("13110498")
        MATAKULIAH.Items.Add("KOMUNIKASI DATA")
        MATAKULIAH.Items.Add("STRUKTUR DATA")
        MATAKULIAH.Items.Add("SISTEM BASIS DATA")
    End Sub

    Private Sub BTNPROSES_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles BTNPROSES.Click
        NILAIAKHIR.Text = 0.4 * NILAIMID.Text + 0.6 * NILAISMESTER.Text

        If NILAIAKHIR.Text >= 80 Then
            NILAIHURUF.Text = "A"
        ElseIf NILAIAKHIR.Text >= 70 Then
            NILAIHURUF.Text = "B"
        ElseIf NILAIAKHIR.Text >= 60 Then
            NILAIHURUF.Text = "C"
        ElseIf NILAIAKHIR.Text >= 50 Then
            NILAIHURUF.Text = "D"
        ElseIf NILAIHURUF.Text = "E" Then


        End If
    End Sub

    Private Sub NPM_SelectedIndexChanged(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles NPM.SelectedIndexChanged
        If NPM.Text = (13110498) Then
            NAMA.Text = "ILMI ALFINA AULIA SARI"
        End If
    End Sub

    Private Sub BTNHAPUS_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles BTNHAPUS.Click
        NPM.Text = ""
        NAMA.Text = ""
        MATAKULIAH.Text = ""
        NILAIMID.Text = ""
        NILAISMESTER.Text = ""
        NILAIAKHIR.Text = ""
        NILAIHURUF.Text = ""
    End Sub

    Private Sub BTNKELUAR_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles BTNKELUAR.Click
        End

    End Sub
End Class

Hasil pemograman :


Jumat, 05 Desember 2014


Membuat Browsing di Internet Lebih Aman

Pada saat kita melakukan browsing di Internet ada banyak hal yang mungkin saja terjadi. Misalnya ada situs web yang mengirimkan program dalam bentuk script activex yang mungkin akan melakukan sesuatu di PC yang kita gunakan (bisa mengambil data dsb), ada situs Web yang mengirimkan program dalam bentuk cookies dsb. Tentunya kita tidak menginginkan komputer & data-data yang kita miliki nantinya di ambil orang sembarangan orang.

Kita cukup beruntung bahwa browser seperti IE 5.0 telah menyiapkan beberapa fasilitas yang memungkinkan menangkal hal-hal yang tidak diinginkan tsb. Fasilitas tsb dapat diperoleh pada Tools » Internet » Options » Security. Ada empat (4) kategori situs yang mempunya setting proteksi yang berbeda-beda, yaitu:
  • Situs Internet
  • Situs lokal IntraNet.
  • Situs yang bisa dipercaya (trusted sites)
  • Situs yang berbahaya (restricted sites)
Ada empat (4) level (tingkatan) setting dari keamanan yang dapat diset dari yang paling aman tapi paling banyak hal yang didisable / tidak difungsikan. Sampai yang paling tidak aman, tapi semua fasilitas jadi dapat jalan tanpa pengaman sama sekali.

Pada tingkat yang paling tinggi, jika ini diset untuk Internet maka sering kali kita akan sulit browsing ke situs-situs di Internet yang menggunakan program-program kecil seperti activex & cookies. Salah satu contohnya setahu penulis yahoo.com akan sulit di akses jika tingkat keamanan diset ke yang paling tinggi.
Pada trusted sites & restricted sites, kita dapat memasukan sebuah daftar situs mana saja yang termasuk kategori tersebut. Hal ini juga bisa digunakan bagi para orang tua / guru yang ingin menset ke mana saja, putra-putri mereka boleh akses situs di Internet.

Oleh :
Onno W. Purbo
E-mail : onno@indo.net.id
Onno Purbo is a Research Fellow with the ICTs for Development (ICT4D) program area of the International Development Research Centre (IDRC). Dr.Purbo has dedicated his life to promoting the dissemination of knowledge through information and communication technologies (ICTs) in Indonesia, both as a professor at Bandung’s Institute of Technology (ITB) Bandung, and as the author of nearly 1000 articles and close to 40 books.


Security Belanja Online

Abstrak

Makalah ini menjabarkan secara singkat sekuriti (keamanan) belanja online. Peranan payment gateway juga dibahas secara singkat.

Pendahuluan

Penggunaan Internet dapat meningkatkan kenyamanan seseorang dalam belanja. Barang-barang atau keperluan yang diinginkan dapat dipilih dari menu yang disajikan secara online dan interaktif. Calon pembeli tidak perlu harus jauh-jauh datang ke toko, mencari barang yang diinginkan di lorong atau tumpukan, dan kemudian antri untuk membayar belanjaan.
Namun, banyak pengguna Internet yang masih belum percaya dengan tingkat keamanan di Internet. Banyak berita tentang pencurian nomor kartu kredit. Memang benar banyak penggunaan nomor kartu kredit yang tidak sah. Akan tetapi nomor kartu kredit tersebut bukan dicuri atau disadap secara online, akan tetapi didapatkan dengan cara lain. Cara yang paling mudah adalah menjadi kasir di sebuah tempat usaha (toko, restoran, hotel). Ketika seorang pengunjung membayar dengan kartu kredit, maka nomor, nama, dan keterangan lain dapat langsung dicatat. Selain itu diberitakan ada software yang dapat menghasilkan nomor kartu kredit yang valid.
Sebenarnya kepercayaan ( trust ) lebih diutamakan daripada mebuat sistem yang memiliki keamanan seratus persen (100%). Selain sulit untuk dicapai (bahkan ada yang mengatakan tidak mungkin dapat dicapai), transaksi lebih menekankan kepada kerpecayaan. Ketika kita belanja secara konvensional di toko pun, kita sebenarnya melakukan transaksi berdasarkan kepercayaan.
Kredibilitas penjual dan/atau pembeli merupakan salah satu penjamin keamanan. Percayakah anda kepada seseorang yang tiba-tiba mengirimkan email meminta agar anda mengirimkan sejumlah uang ke rekening milik orang tersebut?. Percayakah anda kepada saran-saran atau instruksi yang diberikan oleh sebuah situs web yang tidak memiliki latar belakang yang jelas?.

Sumber Lubang Keamanan

Lubang keamanan dapat terjadi di beberapa tempat; pada sistem operasi ( operating system , OS), pada aplikasi (misalnya database), dan pada jaringan komputer ( network ).
Lubang keamanan pada OS di sisi pengguna ( client ) biasanya dieksploitasi dengan menyisipkantrojan horse , yaitu program yang dapat dikendalikan dari jarak jauh. Contoh trojan horse yang cukup terkenal adalah Back Orifice (BO) dan Netbus , yang dapat menangkap ketikan anda, mengirimkan berkas (yang berisi nomor kartu kredit atau data-data pribadi lainnya) dari harddisk anda, dan bahkan memformat hardisk anda. Trojan horse ini disisipkan melalui berbagai cara, seperti misalnya dengan mengirimkan sebagai attachment email atau aplikasi yang dijalankan ketika anda mengunjungi situs web tertentu.
Lubang keamanan pada OS di sisi penjual atau pemberi jasa ( server ) dimanfaatkan untuk menyadap data-data pelanggannya ( client ). Misalnya berkas yang berisi data kartu kredit pelanggan dapat diambil dari jarak jauh. Jika lubang ini dieksploitasi, maka bisa saja data-data seluruh pelanggan dari server tersebut jatuh ke tangan penyadap. Penggunaan firewall dapat mengurangi serangan ini, meskipun tidak seratus persen menutup segala kemungkinan.
Lubang keamanan di sisi aplikasi biasanya berada di sisi penyedia jasa (server). Umumnya lubang ini diserang dengan serangan Denial of Service (DoS) attack sehingga aplikasi menjadi berhenti (hang crash ). Terhentinya aplikasi menyebabkan terhentinya layanan. Ada juga kasus dimana lubang keamanan pada sisi aplikasi memungkinan penyerang menyisipkan program (trojan horse) untuk dieksekusi di sisi server (sehingga memberikan informasi client kepada penyerang).
Lubang keamanan di sisi jaringan atau network dapat terjadi jika komunikasi dilakukan tanpa proteksi. Pada saat ini enkripsi digunakan untuk mengacak data-data yang dilewatkan melalui jaringan komputer sehingga sulit untuk ditangkap data-datanya. (Di sini disebutkan sulit , akan tetapi bukan tidak mungkin dapat dilakukan.) Pengamanan melalui SSL (Secure Socket Layer), SSH (Secure Shell) dengan berbagai algoritma seperti DES, RSA, dan ECC dapat meningkatkan keamanan jaringan. Umumnya penggunaan engkripsi sudah cukup untuk mengamankan belanja online. 

Payment Gateway

Jika seorang pelanggan ingin melakukan transaksi secara online, maka dia akan memberikan nomor kartu kreditnya kepada penjual. Jika pelanggan tersebut berbelanja ke beberapa tempat, maka nomor kartu kreditnya akan tercatat di beberapa tempat tersebut. Dengan kata lain, nomor kartu kreditnya ada dimana-mana. Jika tempat-tempat dimana dia berbelanja memiliki kredibilitas dan keamanan yang tinggi maka tidak ada masalah. Namun dengan banyaknya dia memberikan nomor kartu kredit, maka resiko adanya penyalahgunaan kartu kredit menjadi lebih besar. Untuk mengatasi hal ini, dibuat sebuah payment gateway.
Payment gateway berfungsi sebagai perantara antara penjual dan pembeli. Payment gateway menerima informasi tentang barang yang akan dibeli dari penjual dan juga menerima informasi tentang kartu kredit dari pembeli. Dengan mekanisme ini maka nomor kartu kredit hanya perlu diberitahukan kepada payment gateway, tapi tidak kepada penjual. Payment gateway juga membantu penjual untuk melakukan verifikasi (validasi) tentang kartu kredit pembeli.

Penutup

Tulisan yang singkat ini diharapkan dapat memberikan wawasan tambahan mengenai sekuriti belanja online. Secara umum, sekuriti belanja online sudah pada tingkat yang dapat diterima. Namun perlu diperhatikan kredibilitas dari penjual atau situs web dimana anda melakukan transaksi.
Oleh :
Budi Rahardjo, Staf pengajar Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB, peneliti di Pusat Mikroelektronika ITB, founder dari beberapa startup companies (INDOCISC), anggota Tim Rancngan Undang-Undang Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (2005))
E-mail : br@paume.itb.ac.id


Sistem Keamanan Internet Banking

Internet commerce menjanjikan transfer uang dengan biaya rendah, pelayanan lebih baik, lebih banyak macam dan produk keuangannya. Meskipun lembaga keuangan menyetujui pelayanan keuangan melewati Internet, nasabah masih mempunyai perasaan was-was tentang persoalan keamanan. Contohnya, ketika nasabah belanja secara online, ia ingin memastikan kartu kreditnya tidak disadap atau digunakan oleh orang lain.
Persoalan yang mungkin dapat timbul dalam bertransaksi secara elektronik ialah:

1. Risiko Bertransaksi Berbasis Internet

a. Spoofing . Ini merupakan salah satu kreasi web site yang menyalin seluruh halaman yang ada, sehingga dapat membuat situs ilegal. Pada kenyataannya, haker mendapat nomor kartu kredit secara ilegal dengan melakukan setting up pada tempat simpanan.
b. Unauthorized disclosure . Ketika informasi sedang ditransmisikan ke sistem Internet Banking dengan ''unsafely'', haker dapat mencegat transmisi tersebut yang mengandung data sensitif dari nasabah.
c. Data alteration . Perubahan pada database, baik berupa username, password atau bahkan jumlah rekening akibat masuknya seseorang yang tidak diundang pada sistem Internet Banking.

2. Persoalan Keamanan dalam Sistem Internet Banking

Persoalan yang sering terjadi ialah ketika terjadi sambungan di Internet, dan tidak hanya pada sistem Internet Banking. Permasalahan keamanan dapat dikelompokkan menjadi tiga yakni:

a. Keamanan Tipe 1 PC Nasabah ke Web Server

Di sini dikonsentrasikan mengenai keamanan antara browser yang terdapat informasi nasabah ke web server milik bank. Ketika terjadi koneksi antara browser dan web server mempunyai risiko seperti Network Packet Sniffing. Sebuah kegiatan network protocol, bagaimana sebuah paket diberi label dan diidentifikasi.
Sehingga komputer dapat menentukkan apakah paket tersebut telah diidentifikasi dengan benar. Karena spesifikasi dari network protocols seperti TCP/IP telah digunakan secara luas, sebuah program tertentu dapat dengan mudah mencegah network packets dan mengubahnya menjadi sniffer.
Solusi keamanan tipe 1, yakni keamanan antara browser milik nasabah dengan web server dapat ditangkal dengan keamanan protocol yang disebut dengan Secure Socket Layer (SSL). SSL terdiri dari encryption, server authentification dan messege integrity dalam berkoneksi dengan Internet. Dalam kenyataanya, SSL provides membangun keamanan ''handshake'' yang digunakan untuk mengidentifikasi suatu koneksi.
Handshake ini dihasilkan dalam client server yang menyetujui untuk menggunakan tingkatan keamanan yang mereka gunakan dan mengerjakan semua data yang dibutuhkan ke dalam koneksi Internet. Untuk sementara hanya Netscape Navigator dan Internet Explorer yang mendukung SSL, sementara kebanyakkan situs E-Commerce menggunakan SSL untuk menyimpan informasi rahasia.

b. Keamanan Tipe 2 : Keamanan dalam Lingkungan Sistem

Keamanan tipe 2 merupakan keamanan data pada server Internet Banking dan server back-end dari sistem Internet Banking. Tanpa keamanan data yang tepat memungkinkan terjadi risiko seperti:
Network Packet Sniffer. Seorang penyerang telah membobol informasi rekening nasabah yang sedang dijalankan network. Kemungkinan yang terburuk dapat mengakses semua rekening nasabah dan dapat membuat rekening ilegal melalui ''backdoor'' ke dalam network bank. Selanjutnya, informasi packet-sniffers provides tentang jaringan network bank, dapat dijadikan sasaran penyerang untuk mengirim network packet yang didistribusikan melewati network milik bank.
IP Spoofing. Ini dapat digunakan untuk mengakses informasi rekening nasabah dengan berbagai cara. Biasanya lewat fasilitas email web site Internet Banking.
Denial of Service Attacks. Dengan cara tersebut bertujuan mengacaukan setiap akses atau informasi di dalam network. Para penyerang memfokuskan diri untuk dapat membuat pelayanan tidak sesuai dengan biasanya.
Solusi keamanan tipe 2 dengan menggunakan pilihan yang penuh risiko ketika menempatkan keamanan data tidak pada tempatnya. Artinya secure server membutuhkan lebih banyak masukkan daripada authentification verification. Solusinya ialah menggunakan teknologi Firewall. Firewall dapat diimplementasikan dengan software atau hardware atau bahkan keduanya. Firewall selalu digunakan untuk mencegah seseorang atau program yang tak diundang.

c. Keamanan Tipe 3 : Pencegahan Masuknya Orang Tak Diundang

Ini penting untuk memantau atau mencegah orang-orang yang tidak diundang.
Solusinya, dengan menganalisa sistem keamanan secara terus-menerus dan memperbaiki kesalahan-kesalahan yang timbul.
Tampilan pada gambar merupakan tindakan-tindakan keamanan yang terjadi dalam transaksi secara online. Tindakan tersebut sangat mungkin dipergunakan dalam Sistem Internet Banking oleh bank.
Oleh
Suwarno, S.Si, M.Kom / Universitas AKI Semarang -35))
Sumber : Harian Suara Merdeka